Rabu, 03 November 2010

“Perang” Laut Demi Paus

 
Perburuan paus menjadi kontroversi bahkan pertikaian diplomatik antara negara pendukung dan antiperburuan paus. Namun Jepang yang menjaga budaya memburu paus tidak menggubris protes dari Australia, Selandia Baru, dan Belanda sebagai negara penentang perburuan paus.

Organisasi antiperburuan paus yang paling keras menentang aktivitas perburuan paus Jepang adalah Sea Shepherd. Baru-baru ini, kapal supercepat milik organisasi ini bertabrakan dengan kapal pemburu paus Jepang.

Sea Shepherd mengklaim berhasil menyelamatkan ratusan paus dengan mengejar kapal pemburu paus Jepang dalam kampanye penyelamatan hewan mamalia itu dalam enam tahun belakangan. Kampanye ini mendapat dukungan dari aktor papan atas Hollywood, seperti Sean Penn, Martin Sheen, dan Pierce Brosnan.

Jepang memburu paus dengan memanfaatkan celah dari moratorium internasional 1986 yang memperbolehkan memburu dan membunuh paus untuk kepentingan ilmiah. Moratorium itu melarang membunuh paus untuk kepentingan komersial.

Kapal pemburu paus mendapat dukungan dari Pemerintah Jepang dan bertujuan memburu lebih dari 935 paus minke dan 50 paus yang tergolong terancam punah lain tahun ini. Jepang mengklaim memburu dan membunuh paus untuk memonitor dampaknya terhadap pasokan ikan.

Konflik laut antara aktivis penyelamat paus dengan kapal pemburu paus Jepang semakin maju dalam penggunaan teknologi. Aktivis menggunakan perangkat laser dan bom bau, sementara kapal Jepang mengoperasikan senjata bergaya militer dan meriam air. Sea Shepherd kali ini menggunakan kapal canggih Ady Gil.

Kapal supercepat berlambung kapal tiga, dan berberwarna hitam mengilat itu terbuat dari bahan karbon dan mampu melaju dengan kecepatan 50 knot. Kapal ini memegang rekor tercepat mengelilingi bumi pada 2008 ketika masih menggunakan nama lama, “Earthrace”.

Kapal tersebut kini karam setelah bertabrakan dengan kapal pemburu paus Jepang pada Rabu (6/1) sehingga bagian depannya hancur. Peter Hammarstedt, anggota senior Sea Shepherd, mengatakan Ady Gil karam di Samudra Selatan, Antartika setelah tidak bisa diselamatkan lagi.

Sebuah rekaman video menunjukkan insiden ketika kapal pemburu paus “Shonan Maru 2” menggilas Ady Gil sambil menembakkan meriam air, sementara kru Ady Gil berlompatan ke laut untuk menyelamatkan diri.

Hammarstedt mengatakan kapal senilai dua juta dollar Amerika Serikat (AS) yang pembuatannya didanai oleh pebisnis Hollywood Ady Gil, ditarik menuju sebuah pelabuhan di Antartika, tetapi kabel penarik putus sehingga Ady Gil tenggelam.

Meskipun sudah kehilangan Ady Gil, Hammarstedt menegaskan tidak akan berhenti mengejar kapal pemburu paus Jepang dan mencegah pembunuhan paus. “Tidak ada pilihan lain kecuali mengejar kapal pemburu paus itu,” katanya.

Locky Maclean, kru kapal Steve Irwin milik Sea Shepherd, mengatakan awalnya para awak Ady Gil terguncang setelah kejadian ini. Ditambah ada beberapa awak yang mengalami luka. “Tetapi semua orang semakin bertekad kuat meneruskan pengejaran kapal pemburu paus,” katanya.

Kapten kapal Steve Irwin, Paul Watson, tidak begitu menghiraukan kehilangan kapal bernilai dua juta dollar AS dan menyebutnya sebagai korban “perang”. “Kejadian ini memang memukul kami, dua juta dollar milik organisasi kami. Tetapi itulah perang,” ujarnya.

Level Diplomatik
Diplomat senior Australia di Tokyo mengkhawatirkan “pelayaran dengan tujuan memata-matai” yang dilakukan oleh kapal pemburu paus. Menteri Lingkungan Hidup Australia, Peter Garrett mengatakan Canberra juga membuka kemungkinan mengajukan gugatan hukum di pengadilan internasional terhadap Jepang jika negosiasi diplomatik dengan Tokyo gagal.

“Jika kita tidak melihat ada pencapaian sebelum pelaksanaan pertemuan Komisi Pemburuan Paus Internasional pada Juni, maka gugatan hukum akan menjadi pertimbangan,” ujar Garret di Sydney.

Di sisi lain, Tokyo mengajukan protes terhadap Pemerintah Selandia Baru atas insiden tabrakan itu dan menuduh kapal Ady Gil memperlambat kecepatakan kapal secara tiba-tiba di depan kapal pemburu paus. Rekaman video menunjukkan aktivis Sea Shepherd menyorotkan laser ke kru kapal Jepang.

Konfrontasi antara kapal pemburu paus dan aktivis Sea Shepherd menjadi “perang” tahunan di perairan Antartika. Australia mengklaim perairan ini termasuk dalam teritorinya, tetapi tidak diakui oleh Jepang. 


sumber:http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=42116

0 comments:

Posting Komentar

"Silahkan berkomentar kawan,,, karena komentar anda sangat berarti pada blog ini, semoga bermanfaat, terima kasih ~,~"

  • Template
  • By
  • My FacebookHerytab
  • xxx